Sabtu, 25 November 2017

NU Putuskan Ujaran Kebencian Kategori Perbuatan Tercela


Munas dan konbes alim ulama PBNU di Mataram, NTB
MATARAM, KABARINDONESIA.CO.ID-Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama yang dilaksanakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), memutuskan ujaran kebencian masuk kategori munkar atau perbuatan tercela. 

Keputusan itu dihasilkan melalui Sidang Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudluiyah yang digelar di Pondok Pesantren Darul Falah, Pagutan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat pada Jumat (24/11/2017) lalu. 

“Amar ma’ruf nahi munkar juga tidak bisa dilakukan dengan kemunkaran karena mengajak kebaikan juga harus dilakukan dengan kebaikan. Oleh karena itu, amar ma’ruf nahi munkar tidak dapat dibenarkan melalui ujaran kebencian yang dalam Islam merupakan bagian dari kemunkaran,” kata Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU Mahbub Ma’afi membacakan rumusan sidang komisi yang dikirimkan melalui siaran pers, Minggu (26/11/2017). 

Kamis, 16 November 2017

Kegiatan Operasi Pertamina EP di Daerah-daerah Penghasil, Jangan Tinggalkan Preseden Buruk di Daerah


catatan : Ir Lusiano SH MSi 

(Advokat, Jurnalis, Akitivis Dayak dan Pengamat kegiatan perminyakan di Kalimantan.yang juga  Kordinator Persatuan Masyarakat Pengusaha di Pertamina Kalimatan) 



Lusiano di salah satu lokasi Pertamina
BERDASARKAN pengamantan dan keluhan hasil Investigasi dari rekanan jasa pengadaan barang dan kontrak di kegiatan Kerjasama Operasi (KSO) Pertamina, di Kegiatan KSO Pertamina EP-PATINA Group Ltd di Kalimantan Utara , yang sudah menunda dan tidak membayar selama 4 tahun utang-utangnya kepada rekanan penunjang kegiatan usaha-usaha Pertamina tersebut. 

Total utang kepada rekanan supplier pengusaha kecil di daerah hanya berkisar Rp 20 miliar wajib bayar kepada rekanan pengusaha kecil di daerah yang sudah menunjang usaha Pertamina KSO tersebut. Untuk tidak meninggalkan preseden buruk dan kesan buruk masa lalu yang sudah pernah terjadi, saat lapangan-lapangan minyak di Kalimantan Utara di-KSO-kan dan di-TAC-kan, jangan terulang kembali. 

Jumat, 27 Oktober 2017

FBI Undang Kapolri Jenderal Tito Karnavian : Amerika Mengapresiasi Cara Polri Menangani Teroris

oleh : priyo suwarno (jurnalis senior)




Tito Karnavian
SELURUH dunia dipusingkan oleh aksi teror dan terorisme, termasuk Indonesia. Presiden Joko Widodo pada awal memimpin negeri sudah menyebutkan ada tiga darurat di Indonesia, yaitu: darurat korupsi, darurat narkoba, dan darurat terorisme. Kiprah polisi menangani terorisme di negeri sudah sejak zaman dulu, kemudian semakin mantap dengan berdirinya Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-teror. Densus 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk penanggulangan terorisme di Indonesia.

Pasukan khusus ini dilatih khusus untuk menangani segala ancaman teror, termasuk teror bom. Beberapa anggota juga merupakan anggota tim Gegana. Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiterorisme yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan. 

Jumat, 20 Oktober 2017

Respon Cepat Polri : Awas, Pelarian Teroris Pasca Hancurnya Kelompok Maute/ ISIS


oleh jurnalis senior : priyo suwarno   

Densus Anti Teror (net)
MENTERI Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana menegaskan bahwa pasukan militer Filipina berhasil menewaskan dua pemimpin aliansi militan dalam sebuah operasi di bagian selatan kota Marawi, Senin (16/10/2017).

Dua tokoh kunci militan itu adalah Isnilon Hapilon sebagai "emir" yang berbaiat dengan ISIS di Asia Tenggara serta Omarkhayam Maute, satu dari dua saudara laki-laki terpelajar Timur Tengah yang memimpin milisi militan. Mereka terbunuh dalam sebuah operasi berdasarkan informasi dari sandera yang baru saja diselamatkan.

Berdasarkan informasi dari sandera itulah, menurut Lorenzana, pasukan militer melakukan rencana penyerangan. Mereka berangkat pagi dan  ... mereka terbunuh. Begitu kisah dari Delfin Lorenzana kepada wartawan.

Selasa, 25 Juli 2017

Bandar Narkoba Asing, Presiden : Langsung Ditembak Saja!


Joko Widodo
JAKARTA-Presiden Joko Widodo menginstruksikan aparat hukum untuk menembak di tempat para bandar narkoba yang beroperasi di Indonesia. Hal ini demi maksimalnya pencegahan dan pemberantasan di tanah air. 
 
"Sudah saya katakan, sudahlah tegasin saja. Terutama pengedar-pengedar narkoba asing yang masuk dan sedikit melawan. Sudah, langsung ditembak saja. Jangan diberi ampun," ujar Jokowi dalam pidato acara Mukernas PPP di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (21/7/2017). 

"Karena betul-betul kita ini ada pada posisi yang darurat di dalam urusan narkoba," lanjut Presiden Jokowi. 

NEWS UPDATE

LOWONGAN KERJA

POPULER

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SYAMSUDIN NOOR BANJARMASIN