Rabu, 15 Februari 2017

Astaga, Pabrik Tembakau Gorilla Terbesar Ternyata di Surabaya



JAKARTA – Aparat kepolisian berhasil menggerebek pabrik pengolahan tembakau Gorilla terbesar di Indonesia. Pabrik tersebut dioperasionalkan oleh sarjana kimia, di Dukuh Pakis, Gunungsari, Surabaya, Jawa Timur.

Operasi penggerebekan yang dilakukan Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya tersebut merupakan hasil pengembangan dari tertangkapnya sejumlah pengedar dan bandar barang tersebut di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Dalam penggerebekan di Surabaya, polisi berhasil menyita 450 kilogram tembakau mentah, 8 jerigen cairan alkohol, dan 5 jerigen cairan glycerol. “Tersangka WT mengaku sudah membuat tembakau Gorilla selama setahun atas perintah AS yang kini masih buron. Yang kita dapatkan kali ini adalah yang terbesar di Indonesia,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono seperti dikutip dari Tribratanews di Mapolda Metro Jaya.

Tersangka WT yang merupakan sarjana kimia menyulap tempat tinggalnya menjadi pabrik pembuat tembakau jenis Gorilla. Adapun AS adalah orang yang memasarkan tembakau sintetis racikan WT kepada konsumen, yang rata-rata para mahasiswa dan pegawai. “Penjualan dengan cara online melalui media sosial Instagram,” jelas Kombes Pol Argo Yuwono.

Tembakau Gorilla yang diproduksi WT merupakan racikan antara tembakau asli dan alkohol serta beberapa ramuan bahan kimia. Adapun efek yang ditimbulkan bagi para pemakainya adalah adiktif, halusinasi, hingga perubahan psikologis jiwa.

Penggerebekan tersebut berdasarkan pengembangan dari pengedar dan pemakai yang terlebih dahulu ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Mereka adalah MY, yang ditangkap pada Sabtu 21 Januari 2017) di Ceger, Bekasi Selatan, dengan barang bukti 10.520,74 gram.

Selanjutnya, pada 25 Januari 2017, Polda Metro Jaya berhasil menangkap FR di Pedurenan Karang Tengah, Tangerang Selatan, dengan barang bukti 517 bungkus tembakau Gorilla seberat 2.806 gram.

Tersangka RY dan RF ditangkap di Jalan H Muhajir Labu, Depok, pada Sabtu 28 Januari 2017), dengan 114 bungkus tembakau Gorilla seberat 1.501,5 gram. “Tersangka RY, RF, dan FR membeli dari MY. Saat ditanya, MY mengaku tembakau Gorilla di dapat dari seseorang di Surabaya,” terang Kombes Pol Argo Yuwono.

Ia menambahkan, WT memasang harga Rp450 ribu untuk sebungkus isi 5 gram tembakau racikan. “Dia mengaku bisa untung berlipat-lipat dan kami menyita beberapa rekening dengan saldo yang cukup besar,” imbuh Kombes Pol Argo Yuwono.

“Dari total barang bukti yang disita, dengan asumsi 1 gram Rp100 ribu, maka diperkirakan senilai Rp400 juta dan dapat menyelamatkan 12.000 jiwa.”

Pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika juncto Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2017, dengan ancaman pidana hukuman mati, penjara seumur hidup, penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Sumber : kabarjatim.com
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

LOWONGAN KERJA

POPULER

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SYAMSUDIN NOOR BANJARMASIN